<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1486">
<titleInfo>
<title>analisa kelayakan penggunaan kayu sawo kecik (manilkara kauiki dub) sebagai bantalan poros propeller pada kapal tradisional dibawah 25 GT</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dwisetiono</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Muhammad Hardita Priatama</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah</publisher>
<dateIssued>2016</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvii, 67 p. : ill. ; 29 cm.</extent>
</physicalDescription>
<note>Shafting  pada main engine kapal berguna untuk mengkonversikan daya rotasi yang dihasilkan  dari  main  engine/prime  mover  kapal  menjadi  thrust  yang  nantinya digunakan  untuk  menggerakkan  suatu  kapal.  Untuk  mendukung  sistem  shafting tersebut  dibutuhkan  bantalan.  Bantalan  merupakan  suatu  elemen  atau  bagian  yang memiliki  kemampuan  untuk  menumpu poros  yang  berbeban,  sehingga  putaran  dan gerakan bolak  –  baliknya dapat berlangsung secara halus, aman dan panjang umur, salah  satunya  bantalan  kayu  yang  terbuat  dari  kayu  pokhout.  Pada  saat  ini penggunaan  kayu  pokhout  di  Indonesia  sudah  sangat  sulit  karena  kayu  ini  tidak tumbuh  di  Indonesia  sehingga  harus  mengimport  dari  luar  negeri  yang  berakibat pada  mahalnya  biaya  penggantian,  maka  dicarilah  alternatif  penggantinnya  yaitu kayu  sawo  untuk  kemudian  diteliti.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui karakteristik  teknik  dari  kayu  sawo,  sehingga  dapat  diketahui  karakteristik  kayu sawo sebagai bantalan poros  propeller.  Pengujian mekanik yang dilakukan meliputi uji kekerasan, uji kekuatan lentur, uji keteguhan tekan, dan uji kekutan geser sesuai dengan standarisasi ASTM D143.  Jumlah spesimen dibuat sebanyak 3 sampel untuk setiap pengujian dengan ukuran 50mmx50mmx760mm, 50mmx50mmx150mm, dan 20mmx50mmx150mm.  Dari  hasil  pengujian  dan  penelitian  yang  telah  dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa karakteristik teknis kayu sawo didapatkan kesamaan kekuatan  kayu  sawo  adalah  76,3%  dari  kayu  pokhout,  sedangkan  dari  segi kandungan kimianya,  kesamaanya  mencapai 99,43% dari kayu pokhout, itu artinya jika dilihat dari segi kandungan kimia antara kayu sawo dan kayu pokhout hampir memiliki  kandungan  yang  sama  sehingga  dapat  digunakan  sebagai  bantalan  poros propeller alternatif pengganti kayu pokhout.</note>
<subject authority=""><topic>kayu sawo</topic></subject>
<subject authority=""><topic>bantalan poros propeller</topic></subject>
<subject authority=""><topic>shafting</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Lantai 2 - Gedung Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Jalan Arief Rachman Hakim No. 150, Sukolilo, Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>622.16.11 Muh a</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">S0200112016</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan-UHT</sublocation>
<shelfLocator>622.16.11 Muh a</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>1486</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-03-07 10:39:16</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-03-07 10:39:44</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>